Di Sumbawa, saya sering mendengar cerita orang-orang yang punya mimpi besar untuk bisa sampai ke Tanah Suci. Mulai dari petani sederhana yang menabung sedikit demi sedikit, hingga keluarga besar yang bersama-sama mempersiapkan keberangkatan. Umroh sudah menjadi impian banyak masyarakat NTB, dan keberadaan operator terpercaya menjadi hal yang sangat penting.
Saya sendiri pernah berada di posisi bingung, mencari siapa sebenarnya biro perjalanan yang amanah. Apalagi ketika bicara soal umroh dari Sumbawa, tidak banyak operator yang benar-benar paham kebutuhan masyarakat setempat. Di sinilah saya akhirnya mengenal nama Fitour International, yang belakangan banyak disebut-sebut sebagai penyelenggara ibadah yang profesional dan terpercaya.
Kenapa Jamaah Sumbawa Membutuhkan Pendamping Resmi?
Kalau kita bicara tentang perjalanan ibadah, ini bukan sekadar urusan teknis. Jamaah umroh Sumbawa biasanya terdiri dari beragam usia, ada yang masih muda, tapi banyak juga yang lansia. Mereka butuh pendampingan yang jelas, sabar, dan siap membantu dari awal sampai akhir.
Bagi saya, memilih biro umroh NTB yang resmi adalah langkah awal untuk merasa tenang. Dengan begitu, kita tidak hanya mempersiapkan diri secara spiritual, tapi juga memastikan perjalanan berjalan lancar tanpa kebingungan.
Pertama Kali Mendengar Fitour
Saya mendengar nama Fitour dari seorang saudara yang baru saja pulang dari tanah suci. Katanya, ia ikut rombongan besar dari Lombok dan Sumbawa. Ceritanya membuat saya terharu, bagaimana sejak dari bandara hingga tiba di Madinah, semua diatur dengan tertib. Bahkan jamaah lansia tidak pernah merasa ditinggalkan, selalu ada mutawif yang sabar membimbing.
Awalnya saya masih ragu, tapi setelah melihat testimoni orang-orang di sekitar saya, keyakinan itu semakin kuat. Banyak warga NTB yang merasa perjalanan ibadah mereka lebih khusyuk karena didampingi oleh Fitour.
Suasana Keberangkatan dari NTB
Salah satu momen yang paling berkesan bagi saya adalah saat ikut mengantar jamaah berangkat di Bandara Internasional Lombok. Jamaah dari Sumbawa sudah berkumpul sejak pagi, dengan wajah penuh semangat. Ada doa bersama, ada pelukan haru keluarga yang melepas, dan ada ketenangan karena semua diatur rapi.
Saya melihat bagaimana tim penyelenggara mengarahkan jamaah satu per satu. Tidak ada yang terburu-buru, tidak ada yang kebingungan. Suasananya membuat saya sadar bahwa keberangkatan umroh bukan hanya perjalanan fisik, tapi juga perjalanan hati.
Perjalanan di Tanah Suci
Banyak jamaah bercerita, ketika sudah tiba di tanah suci, layanan yang diberikan membuat mereka merasa seperti keluarga. Hotel yang dekat dengan masjid, makanan yang sesuai selera, hingga jadwal ibadah yang tersusun rapi.
Seorang teman dari Dompu bahkan bilang, ia sempat takut tidak bisa mengikuti rangkaian ibadah karena faktor usia. Tapi ternyata, mutawif Fitour selalu siap mendampingi. Dari doa-doa kecil, tata cara thawaf, hingga menjaga agar rombongan tidak terpisah, semua diperhatikan dengan detail.
Mengapa Fitour Dipercaya Jamaah NTB?
Menurut saya, ada beberapa alasan kenapa Fitour semakin dipercaya di NTB. Pertama, mereka punya pengalaman panjang mendampingi jamaah dari berbagai daerah, termasuk Lombok dan Sumbawa. Kedua, layanan mereka tidak hanya teknis, tapi juga emosional—jamaah merasa diperhatikan.
Dengan umroh NTB, Fitour menunjukkan bahwa mereka bukan sekadar biro perjalanan, tapi mitra ibadah. Banyak jamaah pulang dengan wajah bahagia, bercerita betapa tenangnya beribadah karena semua kebutuhan sudah diurus dengan baik.
Kisah Jamaah yang Membekas
Saya pernah berbincang dengan seorang bapak dari Bima yang baru saja pulang umroh. Ia bercerita bahwa pengalaman ini adalah hadiah terindah dalam hidupnya. Meski awalnya ragu karena belum pernah keluar negeri, ia merasa tenang karena selalu didampingi.
Ada juga seorang ibu dari Sumbawa Barat yang berangkat bersama putrinya. Katanya, Fitour membuat perjalanan mereka terasa lebih mudah. Dari awal hingga akhir, mereka merasa seperti dilayani oleh keluarga sendiri.
NTB dan Semangat Ibadah
Masyarakat NTB punya semangat luar biasa untuk berangkat ke Tanah Suci. Tidak jarang, keberangkatan umroh menjadi momen yang dirayakan oleh seluruh keluarga. Bahkan ada yang mengantar hingga puluhan orang ke bandara, membawa doa-doa yang tulus.
Di sinilah peran penyelenggara umroh NTB menjadi sangat penting. Mereka hadir bukan hanya sebagai operator, tapi sebagai bagian dari perjalanan spiritual masyarakat.